Tidak Semua Laki-laki
April 1, 2007 pada 12:27 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 34 KomentarMasalah saya yang paling besar adalah selalu menggeneralisasi kesalahan.
Maksudnya?
Saya selalu menyeragamkan kesalahan individu dengan keburukan kelompoknya. Contoh, jika saya membaca arogansi sebuah negara bernama Israel, saya akan bergumam “Musnahkan Yahudi Dari Seluruh Dunia!”. Jika saya membaca atau melihat berita tentang George W Bush, saya akan membenci Amerika setengah mati. Ketika saya berobat ke dokter spesialis swasta yang tarifnya segenteng, saya akan menyumpah serapahi semua pekerja kesehatan di Indonesia.
Dan ternyata, saya salah. Di salah satu komentar di blognya Pak Arif, saya menemukan bahwa ternyata orang Yahudi di Israel ramah-ramah! Selain itu, ternyata banyak sekali warga Amerika yang tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan pemerintahnya. Serta, sekarang saya punya banyak punya kenalan dokter-dokter luar biasa membumi, ada cakmoki, bu evy, mbah dipo, dan jutaan lainnya yang memang tidak pernah saya sadari sebelumnya.
Kenapa generalisasi ini bisa terjadi pada saya?
Karena pengalaman, media, bacaan, cerita orang dekat, dan asumsi.
Contoh, saya begitu enggan menjadi seorang guru. Kenapa? Karena dalam pikiran saya, guru itu da bakat kaya. Guru itu citranya lusuh, ndeso, terjebak. Hal ini karena sejak kecil, saya selalu mendengar lagunya Om Iwan – Oemar Bakri – dengan sepenuh hati. Dengan lagu itu secara tidak sadar ditanamkan profil guru yang saya maksud di atas ke dalam benak saya.
Saya lupa, kedua orangtua saya adalah guru SD. Dan miskinkah kami? Tidak, sama sekali tidak. Abah Mama saya bahkan tahun ini baru saja menunaikan ibadah haji dengan biaya sendiri. Mama saya pernah berkata, “jadi guru itu memang da kaya, tapi da bakal miskin juga…”
Kembali ke genaralisasi yang menyesatkan. Betapa berbahaya generalisasi ini bagi kehidupan sosial, agama, lingkungan kerja, perkembangan individu bahkan perkembangan dunia, adalah sangat perlu disadari.
Kenapa orang Islam memandang budaya barat itu buruk? Padahal akan jadi apa bumi tanpa lampu listrik yang ditemukan Thomas Alva Edisson, si orang barat kelahiran Ohio, Amerika Serikat itu?
Kenapa ada perempuan muda yang memilih jadi penyuka sejenisnya hanya karena pernah dikecewakan seorang lelaki? Bodoh bukan?
Kenapa teman saya dari malaysia menanyakan, “kok orang banjarmasin kerjanya minta-minta semua ya?” Hanya karena ia bertemu pengamen, pengemis, tukang parkir dadakan dan bocah semir sepatu di setiap persinggahan yang ia lewati di kota ini. Dianggap apa saya yang menjadi tour guide-nya ini??
Generalisasi, sebuah kesalahan.
Karenanya, mulai sekarang berhenti menggeneralisir, kurangi asumsi tanpa bukti, fahami apa yang ada media cukup sebagai informasi – bukan fakta absolut, buka hati dan pikiran untuk hal baru, berhenti adu argumen, mulai berbuat.
KITA BUKTIKAN, SIAPA DI ANTARA KITA YANG PALING BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN…
34 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


waw!
pertamax!!!
*udah ah, pulang dulu*
btw : kamu sebut bu evy sbg calon mertua??? langkahi dulu mayatku…
Comment by antobilang— April 1, 2007 #
@Anto dan Superman
halah anak dua ini kok berani2nya ngerasani aku, di depanku tooo?
@Superman
generalisir itu bener2 konsep yg salah ga obyektif, naif sekali.. manusia di mana2 sama kok ada yg baik ada setengah baik, ada yg keren spt kamu dan yg ndeso spt anto (tapi belum tentu dua2nya tak pek mantu lho…hahaha…). Yg terakhir great point yg penting jd org yg bermanfaat. BTW postinganmu kali ini berbobot, yg kemarin khan enteng tu.. cincin paling brp gram hehehe…
Comment by Evy— April 1, 2007 #
generalisasi, stigma, steretipe melogikakan sebagai sebagian berarti seluruhnya. Ini terjadi karena manusia ketika melihat, dia temukan pola-pola yang sama beberapa kali dalam satuan-satuan waktu yang pendek (relatif). Misalnya beberapa kali bertemu dengan pengemis, tapi dia tidak temukan ketika dia di Jakarta (karena lewat tol terus), misalnya. Kemunculan yang menarik perhatian itulah yang menyebabkan munculnya prasangka (baca : prakonsepsi) yang belum mencerminkan (mewakili) kondisi sebenarnya.
Karena itu, agama sangat menekankan untuk menghindari prasangka. Barangkali begitu.
Comment by agorsiloku— April 1, 2007 #
Wah…generalisasi itu cenderung negatif ya. Saya punya contoh jg, pernah ada orang yg bilang ke saya,anak “Atmajaya” itu kerjaannya maen doank,dugem (dia ga tau ape gue jg anak atma) tp ya kenyataannya banyak jg yg berprestasi
[ehmm bukan promosi nihh] . Salam kenal Manusia Super
[jabat tangan]
Comment by Carolus Agung— April 1, 2007 #
wah.. kok judulnya tidak semua laki2x.. kirain posting yg mello..
hmmm… generalisasi sepertinya udah tertanam dalam insting manusia. Tapi emang gak semuanya bisa digeneralisasi…
Comment by huda— April 1, 2007 #
generalisasi … menumpulkan kepekaan. mari tetap berpikiran terbuka
setiap orang itu unik, nggak bisa disamaratakan atas nama profesi atau sejenisnya…
Comment by kikie— April 2, 2007 #
Generalisasi itu karena manusia malas dalam berpikir, begitu nemu suatu kejadian maka karena kemalasannya untuk berpikir dengan semena2 manusia akan men-generalisir.
begitu juga dalam masalah kehidupan beragama…
Comment by deking— April 2, 2007 #
@ Antobilang
*melangkahi dengan santai*
@ Evy
Qoute of the Month!
Eh, posting saya serius terus bu, kapan saya posting yang ringan-ringan?
*pasang muka polos*
@ Agor
Tapi banyak juga yang berprasangka atas nama agama kan pak?
@ Carolus Agung
“Cewek atmajaya cantik-cantik”, itu generalisasi atau fakta?
Kenalkan satu dunk…
Salam kenal balik *jabat tangan sambil ngarepin ada amplopnya*
@ Huda
Judul tidak mencerminkan isi, makanya, jangan biasa koment hanya sambil membaca judul..
*melirik ke…*
@ Kikie
Seep lah bu…
@ deKing
Malas berpikir! Mantap analisanya, setuju saya…!
Comment by manusiasuper— April 2, 2007 #
mungkin banyaknya media yang sering kita tonton dan kita baca, yang mengarahkan jalan pemikiran kita untuk berpikir sepihak dan general atau pukul rata, dan uniknya kita terbiasa dengan pola pikir yang seperti ini.
Comment by peyek— April 2, 2007 #
Soal Yahudi dan Israel. Apakah Yahudi = Israel? Yahudi adalah sebuah agama dan Israel adalah sebuah negara zionis. Tentunya cara memandangnya berbeda.
Sama saja toh dengan kita akan mengatakan bahwa komunis itu kejam kalau ingat film G30S/PKI. Padahal, pemerintah China juga komunis tetapi tetap memperjuangkan kesejahteraan rakyat China dengan kebijakan komunisnya. Bukan selalu menyiksa rakyat China. Vietnam juga komunis tetapi memiliki komitmen tentang pendidikan generasi mudanya lebih baik dari Indonesia saat ini.
Comment by Kang Kombor— April 2, 2007 #
Generalisasi mungkin bisa dipakai jika data primer yang didapatkan dari bermacam variabel dan bermacam riset memang menuju ke “arah” tertentu.
Tapi kalo hanya dari sebuah data (kata media lagi), maka prinsip generalisasi harus dipikir-pikir dulu untuk dipakai…
Comment by alief— April 3, 2007 #
banyak juga lelaki muda yang menyukai sesama jenis karena dibodohi perempuan. tapi tidak semua laki-laki.
*duuh…kok jadi kayak lagu dangdut deh. iih…*
Comment by cK— April 3, 2007 #
Iya kalo alasannya ini ya agak2 ‘dangkal’, krn based on generalizing tadi.
Tapi kalo emang dari sananya udah driven untuk tertarik pada sesama jenis, ya ga bisa langsung dicap bodoh.
Setuju atau nggak sama homoseksualitas, itu masalah lain lagi
.
Comment by yanti— April 3, 2007 #
Generalisasi hanya untuk orang yang berpikirin sempit ya toh !?!
Comment by itsnaini— April 3, 2007 #
oya ada yang kelupaan. Generalisasi gak selama negatif juga kok. Bisa juga meguntungkan untuk beberapa pihak. Salah satunya aq, sebagai mahasiswa uin yang dianggap paham atau jago masalah agama. Trus aq yang kuliah ngambil jurusan TI, dianggap juga jago dalam masalah komputer. Padahal khan gak juga.
Comment by itsnaini— April 3, 2007 #
[...] manusia yg agak cerdas yg menemukan teori konspirasi konsekuensi ! serta ada manusiasuper dengan teori anti generalisasi dan menyarankan sebuah karya nyata supaya banyak2 berbuat baek dan banyak memberi manfaat kepada [...]
Pingback by ketika manusia berdialog dengan iblis « Who am I— April 3, 2007 #
google.com dibuat dari hasil pemikiran orang yahudi..
..USIR YAHUDI DARI TANAH PALESTINA..
Comment by clukindahose— April 3, 2007 #
Hanya sebagian aja kan ya? Gak semuanya. Haduuhh..masih ada sedikit generalisir kayanya Mas?
Aniway, setuju, menggeneralisir suatu masalah hanya menggiring ke persepsi yang tidak konkrit, harusnya proporsional dan objektif kan ya?
Salam kenal…
Comment by jejakpena— April 4, 2007 #
nah ini dia,
saya banyak sekali menemukan generalisasi dalam kehidupan bermasyarakat. ada banyak komentar di blog-blog yang berpendapat bahwa islam itu identik dengan kekerasan.
apakah semua orang islam demikian?
apakah orang kristen/yang lain tidak demikian?
saya kira kalo masih ada orang yang berpendapat demikian, ini pastilah karena kebodohan/sempitnya cara pandang orang yang ngasih komentar. kalo tidak mungkin saja generalisasi tersebut memang sengaja dilakukan untuk tujuan yang sangat jahat. pembunuhan karakter terhadap islam.
Comment by dalamhati— April 4, 2007 #
ya peng-generalisasi-an acapkali membuat kita terjebak. Dengan “melihat dunia’, memahami, pandangan tersebut lambat laun sirna, tergantikan oleh pemahaman yang lebih bijak. Bahkan tak jarang dapat membantu memperbaiki pola pandang suatu komunitas, semacam pencerahan alur berpikir dan pencerahan nurani
Comment by cakmoki— April 4, 2007 #
wah, keren nih postingan yg ini. tapiii…wakakaka..jadi ngakak baca komen dokter evy. tuh kan, gw bilang juga apa. diabisin lu sama dia..huahahaha…jangan mimpi bakal menang kalo sama dia mah…
@ evy : tooossss dulu jeng, kekekek…
Comment by venus— April 4, 2007 #
[...] Arif* menuangkan perasaanya kepada Israel (Yahudi), si Haris juga agak nyangkut. Namun saya tetap tidak bisa menghilangkan generalisasi saya bahwasanya semua Yahudi itu adalah [...]
Pingback by Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme? « Generasi Biru— April 4, 2007 #
Hehehe, betul itu, entah kenapa beberapa umat Islam memandang remeh budaya barat. Kadang-kadang kayak ketagihan cerita-cerita teori konspirasi.
Lha iya, ada yang aneh sedikit, “Kerjaan Amerika! Konspirasi Yahudi! Budaya barat!”
Halah. Arogan
Comment by Mr. Geddoe— April 5, 2007 #
Anu kang…Kalau di blog saya ada banner yg bertuliskan Israel anin’t a state maksut pesan yg ingin saya sampaikan adalah bahwa hingga detik ini Israel adalah negara penjajah yg menduduki wilayah teritorial negara palestina yg berdaulat. Bukan berdasarkan kebencian terhadap rakyatnya, tetapi kebencian itu ditujukan utk. militer yg semena2 menembaki rakyat palestine yg tak berdaya.
salam kenal kang super
Comment by Sugeng Rianto— April 5, 2007 #
Generalisasi itu alami. Malah kita mungkin nggak bisa “hidup” tanpa generalisasi. Kita mendapat informasi dan pengetahuan juga dari proses generalisasi. Dan ilmu pegetahuan juga maju karena ada proses generalisasi (populasi & kasus)
Tetapi generalisasi menjadi parah kalau disertai prasangka, stereotype, dan diskriminasi.
Comment by fertobhades— April 6, 2007 #
generalisasi,benarkah sebuah pola pikir yang salah? baca selengkapnya di http://dalamhati.wordpress.com
Comment by dalamhati— April 6, 2007 #
@ Peyek
Hati-hati sama pemberitaan media bos…
@ Kang Kombor
Kayanya akang ini ke-kiri-kirian ya kang?
Itu datanya benar atau separo-separo kang? Katanya, china itu politiknya mercu suar lo, pemerintahnya ngirim orang ke luar angkasa, tapi jutaan warganya miskin-miskin… Itu katanya lo kang…
@ Alief & Itsnaini
Hooh, generalisasi bisa saja benar, tapi kebanyakan menyesatkan.
@ Ck & Yanti & Jejak Pena
Posting ini dibuat memang karena wanita yang saya sukai menolak saya karena mengaku suka sejenis…
@ dalamhati
No comment soal ‘pembunuhan karakter terhadap islam’, saya aja masih kerap dibunuh karakternya…
Halah, ujug-ujugnya promosi, he…
@ Cakmoki
Cakmoki for Health Minister!
@ Venus
Ibu-ibu kejam!
@ Mr. Geddoe
Dirimu tukh, kena konspirasi game.
@ Sugeng
Weits, nyante bos, saya da nyindir sampeyan kok. Saya juga membenci, menolak dan mengutuk kebijakan PEMERINTAH Israel yang kejam tanpa batas itu.
@ Ferthob
Mati saya, ampun pak…
Comment by manusiasuper— April 6, 2007 #
[...] yang itu juga yang sedang berusaha mengklraifikasi tentang manfaat berbeda pendapat itu, ada Blog Jurnalis muda yang sedang bernyanyi dangdut berjudul ‘tidak semua laki-laki’, ada Blog Sains In [...]
Pingback by Blog seharga koran lamer « IT & Comm— April 6, 2007 #
manusiasuper
huakakkakkk….saya bukan anto
.
bilangsalafy koq yg suka ngotot itu(****kabur lagi****)
Comment by Sugeng Rianto— April 6, 2007 #
kasian kamu mas…tapi tenang aja. cewek itu sebanyak bintang di langit kok
*tapi ngeraih bintang di langit itu susah, tauk*
Comment by cK— April 7, 2007 #
[...] generalisasi diangkat menjadi judul tulisan beberapa hari ini. Tidak semua laki-laki menjadi judul pertama yang saya baca; kemudian Generalisasi :Benarkah sebuah pola pikir yang salah [...]
Pingback by Communism and Other Stories « f e r t o b— April 7, 2007 #
@ sugeng
he…saya da ngotot kok, cuma keukeuh!
@ cK *clark Kent?*
mau jadi bintang saya? *GLEPAKKK!!*
Comment by manusiasuper— April 16, 2007 #
[...] menggeneralisir. Tapi lupakah KITA pada satu fakta, kalau IPDN ini DIBIAYAI NEGARA, dan prajanya DIGAJI dan DIJAMIN [...]
Pingback by Untuk Ibu (Masih soal IPDN) « All That I Can’t Leave Behind— April 20, 2007 #
[...] menggeneralisir. Tapi lupakah KITA pada satu fakta, kalau IPDN ini DIBIAYAI NEGARA, dan prajanya DIGAJI dan DIJAMIN [...]
Pingback by Untuk Ibu (Masih soal IPDN) « A Sort of Homecoming— Februari 17, 2010 #