Saya Benci Jakarta
November 10, 2009 at 3:59 pm | In Uncategorized | 22 CommentsSaya benci Jakarta…
Bukan, bukan karena Jakarta menyembunyikan sesosok perempuan yang pernah memecah belahkan hati saya tanpa pernah merekatkannya kembali.
Saya benci Jakarta karena saya cemburu.
Konon 80 persen uang beredar secara nasional, masih berputar-putar di Jakarta.
Tapi bukan pula karena uang saya benci Jakarta.
Saya benci Jakarta karena di sana bertahta manusia-manusia yang hidupnya menyusahkan saya.
Manusia yang entah kenapa dipilih Tuhan untuk berhak bertitah macam raja.
Dan bodohnya, saya mau saja menjadi bagian dari para penjilat Jakarta.
Tapi hari ini kemarahan dan kebencian saya terhadap Jakarta sudah tidak terbendung lagi.
Gara-gara berita yang saya baca…
Link 1
Genap 20 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sejak dilantik pada 20 Oktober, kini pemerintah meminta maaf kepada rakyat menyusul terjadinya krisis listrik.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, yang didampingi Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, dalam keterangan pers seusai mengikuti rapat stabilisasi pasokan listrik di Istana Wakil Presiden, Selasa (10/11).
Rapat ini dipimpin oleh Wapres Boediono dan dihadiri pula oleh Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar dan juga Ketua Tim Percepatan Proyek Listrik Yogo Pratama, serta sejumlah pejabat lain. “Terkait dengan krisis listrik, akibat rusaknya gardu listrik Cawang, kami selaku pemerintah meminta maaf kepada masyarakat, meskipun kami merasa sudah maksimal, namun masih ada yang terganggu,” kata Mustafa.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akan menemui pemerintah dan DPR untuk mempertanyakan kasus pemadaman listrik yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami akan meminta audiensi dengan pemerintah, yaitu Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham PT PLN, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai departemen teknis, dan DPR sebagai wakil rakyat,” kata Ketua Umum YLKI Husna Zahir di Jakarta, Selasa (10/11).
***
PANGSIT!!!
Cukup sudah!!
Sementara kami, warga BUKAN JAKARTA ini setiap hari, sepanjang tahun, sejak pulau ini entah atas inisiatif siapa dinyatakan sebagai bagian dari negara yang berpusat di Jakarta sana, harus mengalami kegelapan lahir batin. Kekurangan pasokan listrik sementara setiap saat berton-ton batubara, biji besi, emas, intan, kayu hutan dan harga diri kami diangkut dan merapat di pesisir-pesisir pulau Jawa sana.
Dan ketika Jakarta, JAKARTA KEPARAT itu mengalami pemadaman sedikit saja, pemerintah tercinta merasa perlu meminta maaf dan menghiba-hiba.
KENAPA??
Karena duit 80 persen yang beredar di sana???
Entahlah…
Saya hanya benci Jakarta…
Resensi Novel: The Bartimaeus Trilogy
November 9, 2009 at 11:47 pm | In Uncategorized | 16 CommentsCerita dengan ending paling keren yang pernah saya baca, itu saja.
***
Data lebih lengkap silahkan googling atau buka wikipedia.
Ditulis seusai menyelesaikan ke-tiga novel ini untuk yang ke-8 kalinya.
Selamat malam.

gambar dari blognya Manda. Resensi lebih lengkap juga bisa di baca di sana.
Masalahnya
November 7, 2009 at 12:31 pm | In Uncategorized | 29 CommentsPelayanan publik di negara ini memang carut-marut…
Entah sektor kependudukan mulai dari hal sederhana macam pembuatan KTP, sampai hal rumit macam perijinan mendirikan usaha.
Belum lagi bila disebutkan sektor-sektor penting yang menunjukkan suatu negara itu beradab atau tidak.
Pendidikan, misalnya.
Jutaan orang tua di luar sana diakui atau tidak, mencemaskan biaya yang harus mereka keluarkan untuk dapat menyekolahkan putra putri terbaik mereka hingga kuliah nanti. Konon, di India, biaya pendidikan seorang anak hingga lulus kuliah itu cuma 7 juta rupiah. Sementara di negara ini, 70 juta rupiah.
Komunikasi, satu hal lain.
Berapa banyak pasangan bercerai di sekitar RW saudara, hanya karena masalah sms yang ternyata gagal terkirim. Si suami lembur dan memberitahukan lewat sms kepada sang istri. Ternyata, smsnya gagal karena gangguan jaringan.
Atau masalah tayangan informasi dan hiburan di televisi yang menjijikkan itu…
Transportasi hal lain lagi.
Kerikil
November 6, 2009 at 1:56 pm | In Uncategorized | 16 CommentsSudah jadi kebiasaan saya, setiap kali menjadi bagian dari lingkungan baru, yang pertama saya ajak berteman adalah tukang parkirnya. Atau kalau tidak ada tukang parkir, satpamnya. Atau Office Boy-nya. Pokoknya mereka yang kadang terlupakan di lingkungan mereka sendiri.
Misalnya ketika pertama kali masuk kuliah, lokasi nongkrong paporit adalah parkiran.
Ketika pertama kali ngajar di kedokteran itu, yang pertama kali saya bawakan Roti Boy ya si ibu parkir.
Atau ketika jadi wartawan dulu, narasumber paporit saya juga satpam, bukan para pejabat yang necis berdasi itu.
Menjadi teman para sosok yang kadang terlupakan itu menyenangkan.
Mereka justru menjadi sumber informasi dan inspirasi yang tidak terbayangkan.
Di kampus dulu, kalau mau tau siapa saja mahasiswi yang bisa diajak dugem, siapa saja pasangan yang ribut mencari dukun buat menggugurkan kandungan, siapa saja dosen yang ketauan minta duit buat menaikkan nilai, tanya saja tukang parkir kampus.
Mereka mengetahui semuanya, karena rata-rata orang menganggap para tukang parkir, satpam, pembantu rumah tangga, dan sosok-sosok semacam mereka ini invisible. Tidak ada. Seperti kerikil yang hadir tapi tidak berbahaya.
Akibatnya, banyak rahasia yang terungkap tanpa sengaja di sekitar mereka.
Siapa pula yang menyangka kerikil ini juga punya telinga?
Selain itu, berteman dengan para tukang parkir, satpam dan sosok-sosok invisible ini berarti juga kita akan selalu akan mempunyai tempat singgah.
Misalnya ketika setelah lulus kuliah bertahun lalu dan sekarang kita kembali berkunjung ke kampus, siapa yang akan kita temui? Para teman seangkatan tentu sudah tidak ada lagi. Dosen-dosen mungkin ada yang pensiun, ada yang sibuk, ada menganggap tidak level menemui mantan mahasiswanya. Rektor, dekan, pejabat akan berotasi, berganti.
Yang akan ada selalu tentu saja para tukang parkir bukan?
Selain itu, nongkrong di parkiran kampus berarti anda ada di tempat duduk VIP catwalk mahasiswi. Keindahan dunia kawan… keindahan dunia…
Karena itu saran saya, ketika memasuki tempat baru, jangan dekati bosnya, tapi berkawanlah dulu dengan para kerikil itu, dan belajarlah untuk juga menjadi bagian dari mereka…
Masih
November 2, 2009 at 10:35 pm | In Uncategorized | 21 CommentsMasih bunda..
Luka ini masih terbuka…
Hanya saja, kini kami telah belajar berduka tanpa air mata..
Berganti doa…
Untuk wanita paling hebat sedunia…
Cicak vs Buaya
November 2, 2009 at 1:22 pm | In Uncategorized | 19 CommentsDikutip dari blog Ndoro Kakung:
“Terkait KPK, saya wanti-wanti benar, power must not go uncheck. KPK ini sudah powerholder yang luar biasa. Pertanggungjawabannya hanya kepada Allah. Hati-hati,” – Presiden Yudhoyono yang merupakan pendiri partai Demokrat.
***
Dikutip dari kompas:
Ketua DPR Marzuki Alie yang berasal dari partai Demokrat melihat kecenderungan masyarakat untuk terjebak dalam kisah pelemahan KPK padahal KPK sendiri tidak terbuka soal agenda pemberantasan korupsinya di tengah isu dan proses hukum Bibit dan Chandra.
“Saya imbau kita jangan terjebak persoalan-persoalan yang sifatnya pragmatis. Kita harusnya minta kepada KPK sebagai lembaga independen gelar agenda-agenda pemberantasan korupsi,”
***
Dikutip dari Inilah.com
“Sudah ditetapkan tersangka tapi kenapa tidak ditahan saja yang dua ini. Biar semua jadi jelas,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Ia juga meminta agar semua pihak dapat berpikir positif. “Ya positive thinking-lah. Semua lawyer pernah membela koruptor jangan munafiklah,” imbuhnya.
***
Dikutip dari Wikiquote:
“We are on our own, and have only our own reason and our judgment to rely on. YES WE CAN!” – Barack Obama – POTUS from Democrats
***
Ada tambahan?
Cerita Lucu
Oktober 20, 2009 at 10:30 am | In Uncategorized | 30 CommentsSaya mau bercerita sebuah cerita lucu…
***
Sore kemaren, selepas memberi kuliah saya berniat ke rumah Pakacil. Sekedar menumpang istirahat setelah lelah bolak-balik di jalan. Di depan komplek rumah Pakacil, saya berpapasan dengan om Warmorning. Setelah berunding tanpa meja bundar kami sepakat bersama-sama melanjutkan perjalanan ke rumah Pakacil.
Di rumah Pakacil, kami sukses membangunkan tuan rumah yang tertidur sejak pagi dengan alasan tidak ada kerjaan karena listrik padam sejak pagi.
Alasan itu bisa saya terima, karena ketika di kampus tadi saya juga kesulitan mengajar karena alasan yang sama. Bayangkan saja kelas berisi 100 mahasiswa/mahasiswi yang sudah kelelahan belajar dari pagi, tanpa AC atau sekedar kipas angin. Belum lagi bahan kuliah yang tidak bisa ditampilkan di slide.
Singkat cerita, saya , Pakacil dan Om Warm menghabiskan sore itu sambil berbincang. Sebagian besar pembicaraan diisi cekakakan Om Warm yang membaca buku beracun Pidi Baiq.
Selesai.
Bagaimana? Lucu tidak?
Tidak?
Baiklah, ini cerita lucu satu lagi…
Sherlock Holmes
Oktober 16, 2009 at 1:43 pm | In Uncategorized | 33 CommentsJika harus disuruh menyebutkan siapa saja guru dalam hidup saya, rasanya akan tidak cukup waktu untuk sekedar mengingat dan menuliskan nama-nama mereka di sini.
Saya punya banyak guru, dan beberapa diantaranya, tidak pernah saya temui. Mereka hanya ada dalam fiksi. Para tokoh rekaan yang begitu kuat karakternya hingga mempengaruhi saya sebagai pembaca sedemikian hingga.
Salah satu guru saya, tentu saja Shin-chan, yang mengajarkan cara bagaimana menikmati hidup.
Lalu satu lagi adalah Sherlock Holmes.
***
Sherlock adalah guru pertama saya dalam hal penggunaan logika.
Berlebihan?
Ah, tidak juga.
Jujur saja, sampai sekitar masa SMA, logika saya masih payah. Masih ‘pakai hati’.
Lalu sejak awal kuliah, saat itulah saya mendalami cerita-cerita Holmes, dan menemukan ternyata jika ada akibat, pasti ada sebab. Sesederhana itu!
Dan yang paling mengubah saya adalah bagaimana Sherlock menolak segala bentuk intervensi emosi.
Luar biasa.
Walau tidak mumpuni, sayapun belajar untuk mengendalikan hati. Dalam sebagian perjalanan hidup saya, kemampuan tidak menunjukkan perasaan ini sangat membantu.
Ah, sudahlah, saya hanya ingin mengingatkan, natal tahun ini, Film Sherlock Holmes akan dirilis. Dibintangi Robert Downey Jr sebagai Holmes, Jude Law yang jadi rekannya Dr. Watson dan ada Irene Adler! The one and only woman yang pernah mendapat perhatian secara emosional dari Holmes, diperankan Rachel McAdams..
Mudahan diputar di Banjarmasin….
***
“when you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth”

Daftar Buku Yang Sudah Dibeli Tapi Belum (selesai) Dibaca
Oktober 8, 2009 at 11:28 pm | In Uncategorized | 43 Comments1. Wilt – Tom Sharpe
2. Än Lever Emil I Lönneberga – Astrid Lindgren
3. Qamaruzzaman Tujuh Penyihir Abad – Eka Warhana
4. I Feel Bad About My Neck – Nora Ephron
5. Does My Head Look Big in This? – Randa Abdel-Fattah
6. A Short History of Tractors in Ukrainian – Marina Lewycka
7. 5cm – Donny Dhirgantoro
8. Sejarah Tuhan – Karen Armstrong (pinjam punya Bang SF)
9. Agatha Christie
- Poirot Investigates
- The Murder of Roger Ackroyd
- Partnes in Crime
- Seven Dials Mystery
- Toward Zero
- Murder in Mesopotamia
- Sad Cypress
***
sekedar iseng-iseng berhadiah, siapa yang bisa menebak jumlah rupiah yang telah dikeluarkan untuk buku-buku di atas?
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.









